Pengertian Sistem Pengendalian Intern

Pengertian Sistem Pengendalian Intern
Suatu perencanaan yang meliputi struktur organisasi dan semua metode dan alat-alat yang dikoordinasikan yang digunakan di dalam perusahaan dengan tujuan untuk menjaga keamanan harta milik perusahaan, memeriksa ketelitian dan kebenaran data akuntansi, mendorong efisiensi, dan membantu mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen yang telah ditetapkan.

Pengendalian intern ialah suatu proses yang dipengaruhi oleh dewan komisaris, manajemen, dan personil satuan usaha lainnya, yang dirancang untuk mendapat keyakinan memadai tentang pencapaian tujuan dalam hal-hal berikut: keandalan pelaporan keuangan, kesesuaian dengan undang-undang, dan peraturan yang berlaku, efektifitas dan efisiensi operasi. Sedangkan Mulyadi menyebutkan bahwa sistem pengendalian intern meliputi struktur organisasi, metode dan ukuran-ukuran yang dikoordinasikan untuk menjaga kekayaan organisasi, mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi, mendorong efisiensi dan mendorong dipatuhinya kebijaksanaan manajemen. Pengertian sistem pengendalian intern menurut AICPA ( American Institute of Certified Public Accountants ) yang dikutip oleh Bambang Hartadi menyebutkan, sistem pengendalian intern meliputi struktur organisasi, semua metode dan ketentuan-ketentuan yang terkoordinasi yang dianut dalam perusahaan untuk melindungi harta kekayaan, memeriksa ketelitian, dan seberapa jauh data akuntansi dapat dipercaya meningkatkan efisiensi usaha dan mendorong ditaatinya kebijakan perusahaan yang telah diterapkan. Berdasarkan definisi yang telah dikemukakan di atas, dapat dipahami bahwa pengendalian intern adalah suatu sistem yang terdiri dari berbagai unsur dan tidak terbatas pada metode pengendalian yang dianut oleh bagian akuntansi dan keuangan, tetapi meliputi pengendalian anggaran, biaya standar, program pelatihan pegawai dan staf pemeriksa intern.

Dari definisi di atas dapat kita lihat bahwa tujuan adanya pengendalian intern :
  1. Menjaga kekayaan organisasi.
  2. Memeriksa ketelitian dan kebenaran data akuntansi.
  3. Mendorong efisiensi.
  4. Mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen.

Dilihat dari tujuan tersebut maka sistem pengendalian intern dapat dibagi menjadi dua yaitu Pengendalian Intern Akuntansi (Preventive Controls) dan Pengendalian Intern Administratif (Feedback Controls).

Pengendalian Intern Akuntansi dibuat untuk mencegah terjadinya inefisiensi yang tujuannya adalah menjaga kekayaan perusahaan dan memeriksa keakuratan data akuntansi. Contoh : adanya pemisahan fungsi dan tanggung jawab antar unit organisasi.

Pengendalian Administratif dibuat untuk mendorong dilakukannya efisiensi dan mendorong dipatuhinya kebijakkan manajemen.(dikerjakan setelah adanya pengendalian akuntansi) Contoh : pemeriksaan laporan untuk mencari penyimpangan yang ada, untuk kemudian diambil tindakan.

Elemen Pengendalian Internal
1.Lingkungan Pengendalian
2.Sistem Akuntansi
3.Prosedur Pengendalian

Tujuan Sistem Pengendalian Intern
Alasan perusahaan untuk menerapkan sistem pengendalian intern adalah untuk membantu pimpinan agar perusahaan dapat mencapai tujuan dengan efisien. Tujuan pengendalian intern adalah untuk memberikan keyakinan memadai dalam pencapaian tiga golongan tujuan: keandalan informasi keuangan, kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku, efektifitas dan efisiensi operasi. Menurut Mulyadi tujuan pengendalian intern akuntansi adalah sebagai berikut: 

Menjaga kekayaan perusahaan: 

Penggunaan kekayaan perusahaan hanya melalui sistem otorisasi yang telah diterapkan

Pertanggungjawaban kekayaan perusahaan yang dicatat dibandingkan dengan kekayaan yang sesungguhnya ada

Mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi: 

1) Pelaksanaan transaksi melalui sistem otorisasi yang telah ditetapkan

2) Pencatatan transaksi yang telah terjadi dalam catatan akuntansi

Tujuan tersebut dirinci lebih lanjut sebagai berikut: 

Penggunaan kekayaan perusahaan hanya melalui sistem otorisasi yang telah ditetapkan:

Pembatasan akses langsung terhadap karyawan

Pembatasan akses tidak langsung terhadap karyawan

Pertanggungjawaban kekayaan perusahaan yang dicatat dibandingkan dengan kekayaan yang sesungguhnya ada: 

Pembandingan secara periodik antara catatan akuntansi dengan kekayaan yang sesungguhnya ada

Rekonsiliasi antara catatan akuntansi yang diselenggarakan

Pelaksanaan transaksi melalui sistem otorisasi yang telah ditetapkan:

Pemberian otorisasi oleh pejabat yang berwenang

Pelaksanaan transaksi sesuai dengan otorisasi yang diberikan oleh pejabat yang berwenang

Pencatatan transaksi yang terjadi dalam catatan akuntansi:

Pencatatan semua transaksi yang terjadi

Transaksi yang dicatat adalah benar-benar terjadi

Transaksi dicatat dalam jumlah yang benar

Transaksi dicatat dalam periode akuntansi yang seharusnya

Transaksi dicatat dengan penggolongan yang seharusnya

Transaksi dicatat dan diringkas dengan teliti




Unsur-unsur Sistem Pengendalian Intern

Menurut Mulyadi untuk menciptakan sistem pengendalian intern yang baik dalam perusahaan maka ada empat unsur pokok yang harus dipenuhi antara lain:

Struktur organisasi yang memisahkan tanggungjawab fungsional secara tegas

Sistem wewenang dan prosedur pencatatan yang memberikan perlindungan yang cukup terhadap kekayaan, utang, pendapatan dan biaya

Praktik yang sehat dalam melaksanakan tugas dan fungsi setiap unit organisasi




Karyawan yang mutunya sesuai dengan tanggungjawabnya Sistem pengendalian intern yang memadai bagi perusahaan mempunyai persyaratan yang berbeda-beda, tergantung dari sifat serta keadaan masing-masing perusahaan. Dalam artian tidak ada sistem pengendalian intern yang bersifat universal yang dapat dipakai oleh seluruh perusahaan. 




Prinsip-prinsip Sistem Pengendalian Intern 

Untuk dapat mencapai tujuan pengendalian akuntansi, suatu sistem harus memenuhi enam prinsip dasar pengendalian intern yang

meliputi:

Pemisahan fungsi 

Tujuan utama pemisahan fungsi untuk menghindari dan pengawasan segera atas kesalahan atau ketidakberesan. Adanya pemisahan fungsi untuk dapat mencapai suatu efisiensi pelaksanaan tugas. 

Prosedur pemberian wewenang 

Tujuan prinsip ini adalah untuk menjamin bahwa transaksi telah diotorisir oleh orang yang berwenang.

Prosedur dokumentasi 

Dokumentasi yang layak penting untuk menciptakan sistem pengendalian akuntansi yang efektif. Dokumentasi memberi dasar penetapan tanggungjawab untuk pelaksanaan dan pencatatan akuntansi.

Prosedur dan catatan akuntansi 

Tujuan pengendalian ini adalah agar dapat disiapkannya catatan – catatan akuntansi yang yang teliti secara cepat dan data akuntansi dapat dilaporkan kepada pihak yang menggunakan secara tepat waktu.

Pengawasan fisik 

Berhubungan dengan penggunaan alat-alat mekanis dan elektronis dalam pelaksanaan dan pencatatan transaksi.

Pemeriksaan intern secara bebas 

Menyangkut pembandingan antara catatan asset dengan asset yang betul-betul ada, menyelenggarakan rekening-rekening 

kontrol dan mengadakan perhitungan kembali gaji karyawan. Ini bertujuan untuk mengadakan pengawasan kebenaran data.




Lingkungan Pengendalian

Lingkungan Pengendalian dari suatu organisasi menekankan pada berbagai macam faktor yang secara bersamaan mempengaruhi kebijakan dan prosedur pengendalian.

Filosofi dan Gaya Operasional Manajemen

Filosofi adalah seperangkat keyakinan dasar yang menjadi parameter bagi perusahaan dan karyawannya. (menggambarkan apa yang seharusnya dikerjakan dan yang tidak dikerjakan) Gaya Operasional mencerminkan ide manajer tentang bagaimana kegiatan operasi suatu perusahaan harus dikerjakan (Filosofi perusahaan dikomunikasikan melalui gaya operasi manajemen)

Struktur Organisasi

Salah satu elemen kunci dalam lingkungan pengendalian adalah struktur organisasi. Struktur Organisasi menunjukkan pola wewenang dan tanggung jawab yang ada dalam suatu perusahaan. (Desentralisasi maupun sentralisasi)

Dewan Komisaris Dan Audit Komite

Dewan komisaris merupakan penghubung antara pemegang saham dengan pihak manajemen perusahaan. Pemegang saham mempercayakan pengendalian atas manajemen melalui dewan komisaris. (jadi semuanya tergantung dari dewan komisaris)

Komite audit dibentuk oleh dewan komisaris untuk melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan pengendalian operasional perusahaan.

Metode Pendelegasian Wewenang Dan Tanggung Jawab

Metode pendelegasian wewenang dan tanggung jawab mempunyai pengaruh yang penting dalam lingkungan pengendalian. Biasanya metode ini tercermin dalam suatu bagan organisasi.

Metode Pengendalian Manajemen

Lingkungan pengendalian juga dipengaruhi oleh metode pengendalian manajemen. Metode ini meliputi pengawasan yang efektif (melalui peranggaran), laporan pertanggung jawaban dan audit internal.

Kebijakkan dan praktik kepegawaian

Kebijakan dan praktek yang berhubungan dengan perekrutan, pelatihan, evaluasi, penggajian dan promosi pegawai, mempunyai pengaruh yang penting dalam mencapai tujuan perusahaan sebagaimana juga dilakukan dalam meminimumkan resiko.

Pengaruh Ekstern

Organisasi harus mematuhi aturan-aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah maupun pihak yang mempunyai juridiksi atas organisasi. Hal tersebut sangat berpengaruh pada pengendalian intern perusahaan.




Sistem Akuntansi 

Sistem akuntansi tidak hanya digunakan untuk menghasilkan laporan keuangan saja, tetapi juga menghasilkan pengendalian manajemen. 




Prosedur Pengendalian

Prosedur pengendalian merupakan kebijakan dan aturan mengenai kelakuan karyawan yang dibuat untuk menjamin bahwa tujuan pengendalian manajemen dapat tercapai.

Secara umum prosedur pengendalian yang baik terdiri dari :

Penggunaan wewenang secara tepat untuk melakukan suatu kegiatan atau transaksi.

Pembagian tugas.

Pembuatan dan penggunaan dokumen dan catatan yang memadai.

Keamanan yang memadai terhadap aset dan catatan.

Pengecekan independen terhadap kinerja.




a.d.1 Penggunaan Wewenang Secara Tepat

Dalam organisasi, setiap transaksi hanya terjadi atas dasar otorisasi dari pejabat yang memiliki wewenang untuk menyetujui terjadinya transaksi tersebut. Oleh karena itu dalam organisasi harus dibuat sistem yang mengatur pembagian wewenang untuk otorisasi atas terlaksananya setiap transaksi. Dengan adanya pembagian wewenang ini akan mempermudah jika akan dilakukan audit trail, karena otorisasi membatasi aktivitas transaksi hanya pada orang-orang yang terpilih. Otorisasi mencegah terjadinya penyelewengan transaksi kepada orang lain.

a.d.2 Pembagian Tugas

Pembagian tugas memisahkan fungsi operasi dan penyimpanan dari fungsi akuntansi (pencatatan). Dan suatu fungsi tidak boleh melaksanakan semua tahap suatu transaksi.

Dengan pemisahakn fungsi operasi dan penyimpanan dari fungsi pencatatan, catatan akuntansi yang disiapkan dapat mencerminkan transaksi yang sesungguhnya terjadi pada fungsi operasi dan fungsi penyimpanan. Jika semua fungsi disatukan, akan membuka kemungkinan terjadinya pencatatan transaksi yang sebenarnya tidak terjadi, sehingga informasi akuntansi yang dihasilkan tidak dapat dipercaya kebenarannya, dan sebagai akibatnya kekayaan organisasi tidak terjamin keamanannya. 

a.d.3 Dokumen dan Catatan yang Memadai.

Prosedur harus mencakup perancangan dan penggunaan dokumen dan catatan yang memadai untuk membantu meyakinkan adanya pencatatan transaksi dan kejadian secara memadai. Selanjutnya dokumen dan catatan yang memadai akan menghasilkan informasi yang teliti dan dapat dipercaya mengenai kekayaan, utang, pendapatan dan biaya suatu organisasi.(biasanya dilakukan berdampingan dengan penggunaan wewenang secara tepat)

a.d.4 Keamanan yang memadai Terhadap aset dan catatan.

Keamanan yang memadai meliputi pembatasan akses ke tempat penyimpanan aset dan catatan perusahaan untuk menghindari terjadinya pencurian aset dan data/informasi perusahaan.

a.d.5 Pengecekan independen terhadap kinerja

Semua catatan mengenai aktiva yang ada harus dibandingkan (dicek) secara periodik dengan aktiva yang ada secara fisik. Pengecekkan inni harus dilakukan oleh suatu unit organisasi yang independen (selain unit fungsi penyimpanan, unit fungsi operasi dan unit fungsi pencatatan) untuk menjaga objektivitas pemeriksaan.

Pengendalian Internal pada Lingkungan Pemrosesan Data Elektronik

Sistem pengendalian intern dalam perusahaan yang menggunakan manual system dalam akuntansinya lebih menitikberatkan pada orang yang melaksanakan sistem tersebut (People Oriented).

Jika komputer yang digunakan sebagai alat bantu pengolahan data, akan terjadi pergeseran dari sistem yang berorientasi pada orang ke sistem yang berorientasi pada komputer (Computer Oriented).

Pengendalian Intern Akuntansi dalam lingkungan Pemrosesan Data Elektronik dibagi menjadi Pengendalian Umum dan Pengendalian Aplikasi.




Pengendalian Umum

Pengendalian umum merupakan standart dan panduan yang digunakan oleh karyawan untuk melakukan fungsinya. Unsur pengendalian umum ini meliputi : Organisasi, prosedur dan standar untuk perubahan program, pengembangan sistem dan pengoperasian fasilitas pengolahan data.

Organisasi

Dalam manual sistem, pengendalian dilaksanakan dengan memisahkan fungsi fungsi pokok (operasi, penyimpanan dan akuntansi). Suatu transaksi akan dilaksanakan oleh fungsi operasi jika ada otorisasi dari yang berwenang, hasil transaksi akan disimpan oleh fungsi penyimpanan, dan transaksi yang terjadi akan dicatat oleh fungsi akuntansi.

Dalam sistem komputer, fungsi pokok tersebut seringkali digabung dalam wujud program komputer, sehingga penggabungan ketiga fungsi tersebut memerlukan metode pengendalian yang khusus.

Contoh, dalam sistem manual persediaan barang, pemisahan dilakukan dalam fungsi operasi (pembelian) dan fungsi penyimpanan (gudang) dengan fungsi akuntansi (pencatatan persediaan) sehingga pada akhir periode dapat dilakukan pengecekkan silang antar fungsi untuk mengetahui jumlah sisa persediaan. Dalam sistem komputer, program komputer dirancang untuk membuat keputusan kapan persediaan harus dipesan, dan sekaligus dapat menerbitkan dokumen Pesanan Pembelian.Jika barang sudah diterima, maka komputer melakukan pencatatan terhadap barang yang diterima dan membuat dokumen laporan penerimaan barang.

Untuk menciptakan sistem pengendalian intern dalam lingkungan PDE, maka perlu diadakan pemisahan fungsi-fungsi berikut :

Fungsi perancangan sistem dan penyusunan program.

Fungsi operasi fasilitas pengolahan data.

Fungsi penyimpanan program dan kepustakaan.




Pemisahan tesebut dilakukan dengan tujuan :

Pemisahan ini akan menciptakan cross check terhadap ketelitian dan kewajaran terhadap perubahan yang dimasukkan kedalam sistem.

Untuk mencegah seseorang yang tidak berhak untuk mengakses komputer.

Untuk mendorong efisiensi karena adanya spesialisasi.




Pengendalian terhadap sistem dan program

Pengendalian umum yang bersangkutan terhadap sistem dan program meliputi :

Prosedur penelaahan dan pengesahan sistem baru.

Prosedur pengujian program.

Prosedur pengubahan program.

Dokumentasi.




Pengendalian terhadap fasilitas pengolahan data

Fasilitas pengolahan data meliputi empat bidang utama :

Operasi konversi data.

Operasi Komputer.

Perpustakaan.

Fungsi Pengendalian. 




Kegiatan konversi data terdiri dari pengubahan data dari dokumen sumber kedalam bentuk yang dapat dibaca komputer baik dengan metode batch maupun online processing.

Pengendalian terhadap operasi komputer meliputi :

Akses ruangan komputer yang terbatas, pembuatan instruksi yang jelas mengenai perubahan data dokumen sumber jadi machine-readable form, password yang digunakan untuk mengatur penggunaan komputer.

Pengendalian terhadap arsip data dan program yang disimpan harus dilakukan oleh karyawan perpustakaan dalam tempat yang terlindung dengan baik, meliputi : prosedur dalam penyimpanan, penjagaan keamanan fisik terhadap arsip komputer, prosedur pembuatan backup, pengendalian terhadap penggunaan arsip yang disimpan dalam perpustakaan.

Selengkapnya

Karakteristik Sistem Informasi Akuntansi

Karakteristik Sistem Informasi Akuntansi 
Di bawah ini merupakan karakteristik Sistem Informasi Akuntansi :
1. SIA melakasanakan tugas yang diperlukan SIA hanya melakukan tugas yang diperlukan oleh pemakai Informasi saja.
2. Berpegang pada prosedur yang relatif standar SIA bekerja sesuai dengan peraturan-peraturan yang mengikuti standar perusahaan.
3. Menangani data terinci Data yang ditangani SIA merupakan data yang sudah jelas dan lengkap.
4. Berfokus histories Data yang ditangani lebih difokuskan pada data yang telah dimiliki perusahaan sebelumnya.
5. Menyediakan informasi pemecahan masalah SIA bertugas menyediakan berbagai macam Informasi dalam pemecahan suatu masalah untuk lebih memudahkan dalam penyelesaianya.

Peranan Sistem Informasi Akuntansi
Dalam dunia bisnis yang kompleks, mungkin menggunakan beratus – ratus tenaga kerja, mulai dari perencanaan pengembangan, direktur pemasaran sampai kepada bagian kebersihan. Bagaimana perusahaan merencanakan, mengkoordinasikan, dan mengontrol semua kegiatannya, bagaimana mensuplai informasi kepada banyak orang dalam perusahaan, disinilah letak pentingnya peranan sistem informasi akuntansi.
Sistem informasi akuntansi melayani dua tipe pemakai yaitu dari pihak luar perusahaan(eksternal) dan dari pihak dalam perusahaan (internal). Pihak – pihak ekternal antara lain pelanggan, supplier, pemegang saham, pegawai, lembaga keuangan, pemerintah, sedangkan pihak internal perusahaan antara lain manajemen, purchasing, dan inventary control management, production management, personal management, finansial management.


Peranan sistem informasi akuntansi
1. Memperbaiki kualitas & mengurangi biaya dalam menghasilkan barang/jasa
2. Memperbaiki efisiensi
3. Memperbaiki pengambilan keputusan
4. Menciptakan keunggulan kompetitif

GOLONGAN PEMAKAI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
Golongan pemakai sistem Informasi akuntansi terdiri dari 2 golongan yaitu :

1. Pemakai Informasi Internal
Adalah pemakai Informasi yang berasal dari dalam perusahaan. Dapat digolongkan menjadi :
a. manajemen
b. purchasing management
c. inventory control management
d. production management
e. personal management
f. finansial management
.

2. Pemakai Informasi Eksternal
Adalah pemakai Informasi yang berasal dari luar perusahaan. Dapat digolongkan menjadi :

a. Pelanggan
Kebutuhan pelanggan mencakup informasi mengenai produk perusahaan seperti: harga, bentuk barang, dimana dan bagaimana barang tersebut dapat dibeli, apa jenisnya, pelayanan apa yang dapat diberikan perusahaan.

b. Pemasok 
Apabila perusahaan melakukan pembelian secara kredit, maka pemasok akan meminta informasi mengenai tingkat kepercayaan realibility,jumlah kredit yang telah diperoleh dan kemampuan atau ability untukmembayar kembali.

c. Para pemegang saham
Mereka ingin menilai pelaksanaan yang telah berlaku dan memperkirakan pelaksanaan yang akan datang.

Penyediaan laporan tahunan atau annual report untuk para pemegang saham disebut sebagai fungsi pelayanan atau steward ship function dan secara tradisional merupakan tanggung jawab sistem informasi akuntansi.

d. Para karyawan
Karyawan berkepentingan terhadapinformasi umum, seperti tingkat upah rata-rata, tunjangan, laba perusahaan, tingkat kesempatan kerja, tingkat produktifitas dan lain-lain.

e. Para pemberi pinjaman
Lembaga-lembaga keuangan yang meminjamkan dana sangat berkepentingan atas faktor-faktor seperti reputasi atau nama baik dan kemempuan manajemen perusahaan, kemampuan untuk memenuhi kewajiban keuangan dan prospek untuk keberhasilan pada masa depan

f. Instansi pemerintah
Kantor pelayanan pajak berkepentingan terhadap informasi mengenai laba perusahaan dan jumlah pajak yang terutang oleh perusahaan kepada pemerintahan atau Negara


PENGOLAHAN DATA
Pengolahan data adalah suatu kegiatan yang merubah bentuk data menjadi Informasi agar memiliki manfaat atau kegunaan bagi yang membutuhkan.

Sistem Informasi Akuntansi melakukan empat tugas pengolahan data yaitu :

1. Pengumpulan Data ;
Saat perusahaan menyediakan produk dan jasa ke lingkungan,setiap tindakan dijelaskan oleh suatu catatan data.

Sistem pengolahan data mengumpulkan data yang menjelaskan setiap transaksi internal perusahaan dan transaksi lingkungan perusahaan.

2. Manipulasi Data ;

Operasi Manipulasi data meliputi :

Pengklasifikasian

Setiap karyawan digolongkan menurut departemen.

Pengurutan

Catatan-catatan disusun sesuai urutan tertentu berdasarkan kode atau elemen data.

Perhitungan

Melakukan perhitungan dalam pembayaran gaji karyawan.

Pengikhtisaran

Banyak data yang perlu disarikan menjadi bentuk total, subtotal, dan rata-rata.

3. Penyimpanan Data ;

Setiap transaksi dijelaskan oleh beberapa elemen data. Seluruh data disimpan dalam suatu database.

4. Penyiapan Dokumen ;

SIA menghasilkan output yang dipicu dalam 2 cara :
  1. Oleh suatu tindakan, output yang dihasilkan jika sesuatu terjadi.
  2. Oleh jadwal waktu, output yang dihasilkan pada suatu saat tertentu.
“Output tersebut dalam bentuk dokumen kertas”


CONTOH SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
Di bawah ini merupakan beberapa contoh Sistem Informasi Akuntansi :
1. Sistem yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan distribusi, perusahaan yang mendistribusikan produk dan jasanya kepada pelanggan
2. Dalam sistem informasi pembayaran (kepada pemasok) maka data input adalah semua tagihan dari pemasok diproses dengan cara tertentu sehingga memberikan informasi berupa tanggal jatuh tempo, besarnya pembayaran, cara pembayaran dll. Sehingga manajemen mampu memutuskan kebijakan pembayaran yang tepat
3. Bagian pemasaran mempertimbangkan untuk memperkenalkan jenis produk baru dalam jajaran produksi perusahaan, untuk itu bagian tersebut meminta laporan analisa perkiraan keuntungan yang dapat diperoleh dari usulan produk baru tersebut 
4. Bagian SIA memproyeksikan perkiraan biaya dan perkiraan pendapatan yang berhubungan dengan produk tersebut, kemudian data yang diperoleh diproses oleh EDP. Setelah diproses hasilnya dikembalikan ke bagian SIA untuk kemudian diberikan ke bagian pemasaran.

Dari contoh diatas dapat ditemukan 2 aspek yang berhubungan dengan sistem bisnis modern yaitu :
1. Pentingnya komunikasi antar departemen/subsistem yang mengarah untuk tercapainya suatu keputusan.
2. Peranan SIA dalam menghasilkan informasi yang dapat membantu departemen lainnya untuk mengambil keputusan.

KESIMPULAN
Sistem Informasi Akuntansi adalah suatu sistem yang bertugas mengumpulkan data dari kegiatan-kegiatan perusahaan dan mengubah data tersebut menjadi Informasi serta menyediakan Informasi bagi pemakai di dalam maupun di luar perusahaan.


Cara kerja SIA adalah semua sumber data baik yang berasal dari dalam maupun dari luar perusahaan dikumpulkan menjadi satu dan diubah ke dalam bentuk database. Setelah itu semua data yang telah berbentuk database, diubah dengan menggunakan perangkat lunak menjadi sebuah Informasi yang lebih bermanfaat bagi semua pemakai Informasi. Kemudian data yang telah diubah menjadi Informasi disampaikan ke semua pemakai yang membutuhkan, seperti manajemen dan pemakai intern maupun pemakai ekstern perusahaan. 


Karakteristik SIA meliputi :SIA melakasanakan tugas yang diperlukan, berpegang pada prosedur yang relatif standar, menangani data terinci, berfokus histories, menyediakan informasi pemecahan masalah


Peranan sistem informasi akuntansi adalah memperbaiki kualitas & mengurangi biaya dalam menghasilkan barang/jasa, memperbaiki efisiensi, memperbaiki pengambilan keputusan, menciptakan keunggulan kompetitif


Golongan SIA terbagi menjadi 2 yaitu golongan pemakai intern dan pemakai ekstern.


Pengolahan data dalam SIA yaitu :Pengumpulan data, manipulasi data, penyimpanan data, penyiapan dokumen.


Salah satu contoh SIA adalah sistem distribusi barang.


DAFTAR PUSTAKA
1. Mukhtar, Ali Masjono, S.E. MBIT.1999.Audit Sistem Informasi,PT.Rineka Cipta:Jakarta


2. Tunggal, Amin Widjaja, Drs.1993.Sistem Informasi Akuntansi.PT.Rineka Cipta:Jakarta


3. Hariningsih S.P.2006.Sistem Informasi Akuntansi. Ardana Media:Yogyakarta


4. www.google.com

Selengkapnya

Sistem Pengendalian Internal

Sistem Pengendalian Internal 
Sistem yang baik harus memiliki pengendalian internal agar terhindar dari kesalahan atau kecurangan yang mungkin terjadi dan dilakukan oleh karyawan yang menjalankan sistem. Sistem pengendalian internal menurut Mulyadi (2008, p163) meliputi struktur organisasi, metode, dan ukuran-ukuran yang dikoordinasikan yang bertujuan untuk menjaga kekayaan organisasi, mengecek ketelitian, dan keandalan data akuntansi, mendorong efisiensi dan mendorong pemenuhan manajemen.

Komponen Pengendalian Internal
Sistem pengendalian internal yang diterapkan dalam organisasi terdiri dari beberapa komponen atau unsur yang terdapat didalamnya. Komponen tersebut menurut Mulyadi (2008,p164) adalah : 

a. Struktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab fungsional secara tegas.
Pemisahan tanggung jawab fungsional dalam suatu orgnisasi harus ditetapkan secara tegas. Pembagian tanggug jawab fugsional dalam organisasi didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut :
· Fungsi-fungsi operasi dan penyimpanan harus dipisahkan dengan fungsi akuntansi. Fungsi operasi berwenang dalam suatu kegiatan, fungsi penyimpanan berwenang dalam menyimpan aktiva perusahaan, dan fungsi akuntansi berwenang untuk mencatat peristiwa keuangan perusahaan.
· Suatu fungsi tidak boleh bertanggung jawab penuh atas semua tahap dalam suatu transaksi.

b. Sistem wewenang dan prosedur pencatatan yang melindungi kekayaan, utang, pendapatan dan biaya.
Setiap transaksi hanya dapat terjadi atas dasar otorisasi dari pejabat yang berwenang. Oleh setiap itu setiap organisasi harus memiliki pembagian wewenang otorisasi untuk setiap transaksi.

c. Praktik yang sehat dalam menjalankan tugas dan fungsi setiap unit.
Pembagian tanggung jawab fungsional, sistem wewenang dan prosedur pencatatan dapat berjalan dengan baik jika ada cara-cara untuk menjamin praktik yang sehat dalm pelaksanaannya, diantaranya :

· Penggunaan formulir bernomor urut tercetak
· Pemeriksaan mendadak untuk mendorong karyawan selalu melaksanakan tugasnya sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.
· Setiap transaksi tidak boleh dilakukan oleh satu orang atau fungsi organisasi dalam setiap tahapannya.
· Perputaran jabatan untuk menjaga independensi pejabat dan menghindari persekongkolan.

d. Karyawan yang kompeten sesuai dengan tanggung jawabnya.
Karyawan yang melaksanakan fungsi-fungsi pada organisasi harus kompeten sesuai tanggung jawabnya masing-masing sehingga dapat mendukung sistem pengendalian internal. Karyawan yang kompeten akan melaksanakan tugasnya dengan baik dan jujur serta dapat melaksanakan tugasnya dengan efektif dan efisien.


Pengendalian Internal Pada Pembelian
Menurut Mulyadi (2008, p313) sistem pengendalian internal pada siklus pembelian mencakup tigas aspek :

a. Organisasi
Aspek organisasi pada sistem pengendalian internal siklus pembelian dapat dilakukan dengan memisahkan fungsi penerimaan, fungsi pembelian dengan fungsi akuntansi, fungsi penerimaan dengan fungsi penyimpanan barang, dan transaksi tidak boleh dilakukan oleh hanya satu orang.

b. Sistem otorisasi dan prosedur pencatatan
Semua transaksi yang terjadi dalam siklus pembelian harus berdasarkan otorisasi pejabat berwenang dan dicatat dalam catatan akuntansi melalui prosedur pencatatan tertentu. 


c. Praktik yang sehat
Sistem pengendalian siklus pembelian dapat berjalan dengan baik jika dipraktekan oleh karyawan dengan baik dalam kegiatan operasional sehari-hari. Sistem pengendalian siklus pembelian dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya :
· Penggunaan formulir bernomor urut tercetak
· Pemeriksaan dan penerimaan barang oleh fungsi penerimaan hanya dilakukan setelah menerima tembusan surat order pembelian dari fungsi pembelian
· Pemeriksaan barang yang diterima fungsi penerimaan dilakukan dengan menghitung dan menginspeksi barang dan membandingkan dengan tembusan surat order pembelian.

Pengendalian Internal Pada Persediaan
Menurut Mulyadi (2008, p581) dalam pengendalian internal siklus persediaan yang harus diperhatikan adalah :

a. Organisasi
· Perhitungan fisik persediaan harus dilakukan oleh panitia gabungan dengan tiga fungsi, yaitu fungsi pemegang kartu perhitungan fisik, fungsi penghitung dan fungsi pengecek. Fungsi penghitung dan fungsi pengecek bertugas menghitung barang dan mengecek mutunya secara independen, sedangkan fungsi pemegang kartu penghitung fisik bertanggung jawab akan formulir yang digunakan dalam penghitungan persediaan, perbedaan data yang dihasilkan penghitung dan pengecek, serta penyalinan data dari kartu penghitungan fisik ke dalam daftar hasil penghitungan fisik. 
· Panitia gabungan fisik ini harus terdiri dari orang-orang di luar fungsi gudang serta fungsi akuntansi persediaan dan biaya. Hal ini bertujuan untuk menjamin ketelitian dan keakuratan data penghitungan persediaan sehingga dapat mengevaluasi fungsi gudang serta fungsi akuntansi persediaan secara obyektif.

b. Sistem otorisasi dan prosedur pencatatan
Dari sisi otorisasi dan prosedur pencatatan, ada empat pengendalian internal yang harus diperhatikan, yaitu :
· Penandatanganan daftar hasil penghitungan fisik persediaan oleh ketua panitia penghitungan fisik persediaan sebagai bentuk otorisasi pada hasil penghitungan fisik persediaan.
· Hasil penghitungan fisik persediaan yang dicatat harus sesuai dengan kartu penghitungan fisik dan telah diperiksa oleh pemegang kartu persediaan.
· Harga satuan yang dicatat pada daftar hasil penghitunga fisik sesuai dengan kartu persediaan barang tersebut
· Perubahan kartu persediaan harus berdasarkan informasi tiap jenis persediaan yang terdapat pada daftar penghitungan fisik.

c. Praktik yang sehat
Dari sisi yang sehat, ada empat pengendalian internal, yaitu :
· Penggunaan kartu penghitungan fisik bernomor urut tercetak yang dapat dipertanggungjawabkan oleh fungsi pemegang kartu penghitungan fisik.
· Penghitungan fisik setiap jenis persediaan dilakukan masing-masing satu kali oleh fungsi penghitung dan fungsi pengecek. Penghitungan oleh setiap fungsi ini dilakukan secara independen.
· Pencocokan kuantitas dan data persediaan pada bagian kedua dan bagian ketiga kartu penghitungan fisik sebelum data tersebut dicatat pada daftar hasil penghitungan fisik. Pencocokan ini dilakukan oleh fungsi pemegang kartu penghitungan fisik.
· Penggunaan peralatan dan metode yang jelas dan ketelitian yang terjamin untuk mengukur dan menghitung kuantias persediaan.

Pengendalian Internal Pada Penjualan
Menurut Mulyadi (2008, p471), unsur pengendalian intern yang seharusnya ada dalam penjualan tunai adalah:

a. Organisasi
Aspek organisasi dalam pengendalian internal siklus penjualan mencakup pemisahan fungsi penjualan dengan fungsi kredit dan fungsi akuntansi, pemisahan fungsi akuntansi dengan fungsi kas, dan pelaksanaan transaksi harus dilakukan oleh lebih satu orang.

b. Sistem Otorisasi dan Prosedur Pencatatan
· Penerimaan order dari pembeli diotorisasi oleh fungsi penjualan dengan menggunakan faktur penjualan tunai.
· Penerimaan kas diotorisasi oleh fungsi kas dengan cara membubuhkan cap “lunas” pada faktur penjualan tunai dan penempelan pita register kas pada faktur tersebut.

c. Praktik yang Sehat
· Faktur penjualan tunai bernomor urut tercetak dan pemakaiannya dipertanggungjawabkan oleh fungsi penjualan.
· Penghitungan saldo kas yang ada di tangan fungsi kas secara periodik dan secara mendadak oleh fungsi pemeriksa intern.

Selengkapnya

Sistem Informasi Akuntansi Penjualan

Sistem Informasi Akuntansi Penjualan 
Pengertian Penjualan 
Menurut Mulyadi (2008, p455), penjualan tunai dilakukan oleh perusahaan dengan mewajibkan pembeli melakukan pembayaran harga produk terlebih dahulu sebelum produk diserahkan oleh perusahaan kepada pembeli. Setelah uang diterima oleh perusahaan, maka produk kemudian diserahkan kepada pembeli dan transaksi penjualan tunai kemudian dicatat oleh perusahaan.

Tahapan Siklus Penjualan (Revenue Cycle)
Menurut Mulyadi (2008, p469), jaringan prosedur yang membentuk sistem penjualan tunai adalah:

a. Prosedur Order Penjualan. 
Pada prosedur ini fungsi penjualan menerima order dari pembeli dan membuat faktur penjualan tunai untuk memungkinkan pembeli melakukan pembayaran harga produk ke fungsi kas dan untuk memungkinkan fungsi Gudang dan fungsi pengiriman menyiapkan produk yang akan diserahkan kepada pembeli.

b. Prosedur Penerimaan Kas. 
Pada prosedur ini fungsi kas menerima pembayaran harga barang dari pembeli dan memberikan tanda pembayaran (berupa pita register kas dan cap “lunas” pada faktur penjualan tunai) kepada pembeli untuk memungkinkan pembeli tersebut melakukan pengambilan produk yang dibelinya dari fungsi pengiriman.

c. Prosedur Penyerahan Barang. 
Pada prosedur ini fungsi pengiriman menyerahkan produk kepada pembeli.

d. Prosedur Pecatatan Harga Pokok Penjualan. 
Pada prosedur ini, fungsi akuntansi membuat rekapitulasi harga pokok penjualan berdasarkan data yang dicatat dalam kartu persediaan. 


Fungsi yang terkait
Menurut Mulyadi (2008, p462), fungsi yang terkait dalam penjualan tunai adalah:

a. Fungsi Penjualan
Fungsi ini bertanggung jawab untuk menerima order dari pembeli, mengisi faktur penjualan tunai dan menyerahka aktur tersebut kepada pembeli untuk kepentingan pembayaran harga produk ke fungsi kas.

b. Fungsi Kas
Fungsi ini bertanggung jawab sebagai penerima kas dari pembeli. Dalam struktur organisasi

c. Fungsi Gudang
Fungsi ini bertanggung jawab untuk menyiapkan produk yang dipesan oleh pembeli, serta menyerahkan produk tersebut ke fugsi pengiriman

d. Fungsi Pengiriman
Fungsi ini bertanggung jawab untuk membungkus produk dan menyerahkan produk yang telah dibayar harganya kepada pembeli.

e. Fungsi Akuntansi
Fungsi ini bertanggung jawab sebagai pencatat transaksi penjualan dan penerimaan kas dan pembuat laporan penjualan.


Dokumen yang terkait
Menurut Mulayadi (2008, p463), dokumen yang digunakan dalam penjualan tunai adalah sebagai berikut:

a. Faktur Penjualan Tunai
Dokumen ini digunakan untuk merekam berbagai informasi yang diperlukan oleh manajemen mengenai transaksi penjualan tunai.

b. Pita Register Kas 
Dokumen ini dihasilkan oleh fungsi kas dengan cara mengoperasikan mesin register kas. Pita ini merupakan bukti penerimaan kas yang dikeluarkan oleh fungsi kas dan merupakan dokumen pendukung faktur penjualan tunai yang dicatat dalam jurnal penjualan.


Retur Penjualan 
Menurut Mulyadi (2008, p226), transaksi retur penjualan terjadi ketika jika perusahaan menerima pengembalian produk dari pelanggan. Pengembalian produk oleh pelanggan harus diotorisasi oleh fungsi penjualan dan diterima oleh fungsi penerimaan.

Selengkapnya

Sistem Informasi Akuntansi Persediaan

Sistem Informasi Akuntansi Persediaan 
Menurut Mulyadi (2008, p553), persediaan barang dagangan barang yang dibeli untuk tujuan dijual kembali.

Dan menurut Ikatan Akuntansi Indonesia (2007) persediaan adalah aktiva yang tersedia untuk dijual dalam kegiatan perusahaan, dalam proses produksi, dalam perjalanan, dalam bentuk bahan atau perlengkapan (supplies) untuk digunakan dalam proses produksi atau pemberian jasa.

Secara umum, istilah persediaan menunjuk pada barang yang dimiliki perusahaan untuk dijual kembali atau digunakan dalam proses pemberian jasa.

Prosedur Persediaan
Sistem dan prosedur yang bersangkutan dengan sistem akuntansi persediaan menurut Mulyadi (2008, p560) adalah:

Tipe Persediaan yaitu persediaan produk jadi, prosedur yang bersangkutan;

a. Prosedur pencatatan produk jadi
Mencatat tambahan kuantitas produk jadi dalam kartu gudang.

b. Prosedur permintaan dan pengeluaran barang gudang

Dalam prosedur ini dokumen sumber yang digunakan adalah bukti permintaan dan pengeluaran barang. Bukti ini dipakai oleh bagian gudang untuk mencatat pengurangan persediaan karena pemakaian intern.

c. Sistem perhitungan fisik persediaan
Sistem perhitungan fisik persediaan umumnya digunakan oleh perusahaan untuk menghitung secara fisik persediaan yang disimpan di gudang yang hasilnya digunakan untuk meminta pertanggungjawaban Bagian Gudang mengenai pelaksanaan fungsi penyimpanan, dan pertanggungjawabannya, serta untuk melakukan penyesuaian terhadap catatan persediaan dibagian kartu persediaan.

Fungsi Persediaan
Menurut Eddy Herjanto (2007, p238), persediaan memiliki fungsi penting dalam memenuhi kebutuhan perusahaan, yaitu: 
  1. Menghilangkan risiko keterlambatan pengiriman bahan baku atau barang yang dibutuhkan perusahaan. 
  2. Menghilangkan risiko jika material/barang yang dipesan tidak baik sehingga harus dikembalikan. 
  3. Menghilangkan risiko terhadap kenaikan harga barang atau inflasi. 
  4. Untuk menyimpan bahan baku atau barang yang dihasilkan secara musiman sehingga perusahaan tidak akan kesulitan jika bahan itu tidak tersedia di pasaran. 
  5. Mendapatkan keuntungan dari pembelian berdasarkan diskon kuantitas . 
  6. Memberikan pelayanan kepada pelanggan dengan tersedianya barang yang diperlukan. 

Dokumen yang Terkait Dengan Persediaan
Menurut Mulyadi (2008, p576) dokumen yang digunakan untuk merekam, meringkas dan membukukan hasil perhitungan fisik adalah, daftar hasil perhitungan fisik yaitu dokumen yang digunakan untuk meringkas data yang telah direkam. Dan juga bukti permintaan dan pengeluaran barang.

Metode Pencatatan Persediaan
Dalam siklus persediaan, dikenal ada dua metode pencatatan persediaan, yaitu :

1. Metode Mutasi (perpetual inventory method) Pada metode mutasi persediaan, setiap perpindahan persediaan akan dicatat pada kartu persediaan.

2. Metode persediaan fisik (physical inventory method) Pada metode persediaan fisik, yang dicatat pada kartu persediaan hanya pertambahan perediaan akibat adanya pembelian saja. Sedangkan, berkurangnya persediaan akibat pemakaian tidak dicatat pada kartu persediaan.

Selengkapnya

Konsep Dasar Akuntansi

Konsep Dasar Akuntansi 
Konsep dasar pada umumnya merupakan abstraksi atau konseptualisasi karakteristik lingkungan tempat atau wilayah diterapkannya pelaporan keuangan. Berbagai sumber atau penulis mengajukan sehimpunan atau seperangkat konsep dasar yang isinya berbeda – beda. 

Konsep dasar secara implisit melekat pada tiap penalaran dalam merekayasa akuntansi. Konsep dasar bersifat asumsi yang validitasnya tidak selalu dapat diuji tetapi bermanfaat sebagai basis penalaran.

Berbagai sumber manyajikan daftar konsep dasar yang berbeda-beda karena perbedaan persepsi terhadap arti pentingnya suatu konsep untuk disebut sebagai konsep dasar. Konsep dasar yang satu dalam banyak hal merupakan turunan atau konsekuensi dari konsep dasar lainnya. 

Kesatuan usaha harus dianggap sebgai badan atau orang yang berdiri sendiri dan bertindak atas namanya sendiri serta terpisah dari pemilik. Fungsi manajemen terpisah dengan fungsi pemilikan sehingga diperlukan pertanggungjawaban dalam bentuk statemen keuangan.

Kesatuan usaha dianggap akan berlangsung dan beroperasi terus dan tidak ada maksud untuk membubarkan. Statemen laba atau rugi menjadi statemen yang sangat penting untuk menilai kemempuan melaba sementara neraca merupakan sarana untuk menunjukkan sisa potensi jasa. 

Kos atau penghargaan sepakatan merupakan bahan olah akuntansi yang paling objektif setiap objek yang terlibat dalam transaksi atu kejadian harus dinyatakan dalam bahan olah iniagar dapat di proses secara lanjut. Kos merupakan pengukur atau pengkuantifikasian untuk menyatakan berbagai macam objek. Kos melekat pada objek kegiatan yang kontinues dalam upaya mendapatkan pendapatan akuntansi menggabungkan berbagai kos yang melekat pada komponen kegiatan tanpa memperhatikan nilai ekonomik baru yang melekat pada barang yang dihasilkan.

Penentuan konsep dasar menerut APB dipengaruhi oleh karakteristik lingkungannya dimana akuntansi keuangan beroperasi.

Konsep dasar itu, melandasi prinsip akuntansi yang berlaku umum juga berfungsi sebagai fondasi bagi prinsip akuntansi lain, yang berlandaskan pada karakteristik lingkungan yang sama.

Konsep dasar merupakan konsep yang dianut dan dijadikan dasar dalam penalaran dan perekayasaan. Konsep – konsep dasar, elemen – elemen, karakteristik dan keterbatasan akuntansi dan laporan keuangan , sebagaimana dinyatakan APB dalam statemen No 4, berturut- turut sebagai berikut :

Entitas akuntansi (accounting entity) 
Makna entitas atau kesatuan akuntansi adalah perusahaan dianggap sebagai entitas ekonomi dan entitas hokum yang terpisah dari pihak – pihak yang berkepentingan, oleh karena itu informasi akuntansi hanya berhubungan dengan entitas dimaksud yang membatasi kepenmtingan para pemiliknya.

Kesinambungan ( going concern ) 
Suatu entitas akuntansi dipandang akan berjalan terus apabila tidak terdapat bukti sebaliknya. Hal itu, berarti bahwa perusahaan sebagai suatu kesatuan, dianggap akan melanjutkan usahanya berkesinambungan (going Concern), dimana sejak saat didirikannya tidak pernah ada niatan untuk dibubarkan.

3. Pengukuran sumber-sumber ekonomi dan kewajiban (Measurement of economic resources and obligations)
Akuntansi keuangan, terutama berkepentingan dengan pengukuran (Measurement) atas seluruh sumber-sumber ekonomi dan kewajiban-kewajiban perusahaan.

1. Periode akuntansi (Time Periods)
Proses akuntansi keuangan ini, adalah untuk menyajikan informasi tentang aktivitas ekonomi perusahaan dalam periode waktu tertentu.


2. Pengukuran dalam nilai uang (Measurement in term of money)
Akuntansi keuangan, menggunakan atribut pengukuran terhadap sumber-sumber ekonomi dan kewajiban perusahaan serta seluruh perubahannya dalam satuan ukur uang (Term of money).

3. Dasar akrual (accrual)
Penentuan hasil usaha periodik, dan posisi keuangan perusahaan itu, dipengaruhi oleh metode pengakuan dan pengukuran atas sumber-sumber ekonomi dan kewajiban perusahan, serta seluruh perubahannya pada saat realisasi penerimaan atau pengeluaran uang.

Harga pertukaran ( Exchange price )
Pengukuran dalam akuntansi keuangan terutama didasarkan pada harga pertukaran yaitu jumlah yang harus diterima atau dibayarkan dalam transaksi normal pada saat terjadinya.


Elemen – Elemen Laporan Keuangan.
Elemen – elemen laporan keuangan ( Basic Elemen ), berhubungan dengan perumusan arti atau makna dari item – item neraca dan laba rugi, Yaitu :

Elemen – Elemen Neraca : 
Aktiva 


Sumber – sumber ekonomi perusahaan, termasuk biaya – biaya yang telah terjadi yang dikui dan diukur berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum.


Biaya – biaya yang telah dikeluarkan atau yang telah terjadi, dimasukan pada beban yang ditangguhkan ( deffered charges ), yang diakui sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Namun, biaya tersebut tidk termasuk kategori sumber – sumber ekonomi perusahaan dalam artifisial.


Kewajiban 
Pengorbanan – pengorbanan ekonomis yang harus dilakukan oleh perusahaan pada masa yang akan datang dalam bentuk penyerahan aktiva atau pemberian jasa yang disebabkan oleh tindakan atau transaksi pada waktu lampau, yang diakui dan diukur berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Kewajiban tersebut, termasuk kewajiban yang ditangguhkan pembayarannya ( deffered liability ) namun kewajiban yang dimaksudkan bukan merupakan kewajiban dalam artifisial.


Ekuitas Pemilik 
Selisih antara sumber – sumber ekonomi dengan pengorbanan – pengorbanan ekonomis perusahaan ekonomis perusahaan, atau selisih antara jumlah aktiva dan kewajiban perusahaan yang merupakan bagian dari hak pemilik. Namun hal xtersebut bukan suatu ukuran nilai perusahaan.

Dalam hubungan itu, posisi keuangan perusahaan ( neraca ), yang meliputi ketiga elemen : 
  • Aktiva 
  • Kewajiban 
  • Ekuitas Pemilik 

Dan juga ada unsur – unsur yang inheren, yaitu : ketidakpastian, komitmen, dan hal – hal lainnya yang melekat pada perusahaan tertentu, dimana semua itu diperlukan pengungkapan yang cukup memadai sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku.

Elemen – Elemen Laporan Laba Rugi 

Pendapatan 
Peningkatan jumlah aktiva atau penurunan jumlah kewajiban perusahaan, yang timbul dari transaksi penyerahan barang atau jasa, atau aktivitas usaha lainnya dalam suatu periode, yang diakui dan diukur berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum. 
Beban 


Penurunan jumlah aktiva atau kenaikan jumlah kewajiban perusahaan yang timbul dari konsekuensi transaksi pembelian barang atau jasa atau aktivitas usaha lainnya dalam suatu periode, yang diakui dan diukur berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum. 
Laba Rugi 


Selisih lebih atau defisit antara jumlah pendapatan dengan beban dalam suatu periode akuntansi. Kenaikan atau penurunan tersebut, menambah atau mengurangi jumlah ekuitas pemilik perusahaan dalam satu periode akuntansi yang belaku umum.

Karakteristik dan keterbatasan Akuntansi dan Laporan Keuangan
Konsep dasar merupakan konsep yang dianut dan dijadikan dasar dalam penelaran dan perekayasaan. Disebut konsep dasar karena kalau konsep tersebut dianut akan mempunyai implikasi akuntansi tertentu. Konsep dasar dapat disebut dengan berbagai nama yaitu: 
  • postulat 
  • asumsi dasar 
  • prinsip mendasar / umum 
  • aksioma 
  • doktrin 
  • konvensi 
  • fundamental 
  • premis dasar 
  • kendala 


SUMBER KONSEP DASAR
IAI/IASC
Ada dua konsep dasar (asumsi pelandas) yang disebut secara spesifik dalam rerangka konseptual IASC : basis akrual dan usaha berlanjut.

Paul Grady
Grady (1965) melakukan studi untuk menginventarisasi praktik akuntansi di Amerika untuk mengidentifikasi berbagai faktor lingkungan, kebiasaan, konsep, prinsip, praktek, metode, dan teknik yang membentuk teknik akuntansi berterima umum Amerika. Grady mengidentifikasi sepuluh konsep dasar yang dianggap melandasi praktek bisnis dan akuntansi di Amerika. Grady mendeskripsikan konsep dasar sebagai konsep yang mendasari kualitas kebermanfaatan dan keterandalan informasi akuntansi atau sebagai keterbatasan yang melekat pada statemen keuangan.


Konsep dasar merupakan konsep yang mendasari kualitas kebermanfaatan dan keterandalan informasi akuntansi atau sebagai keterbatasan yang melekat pada statement keuangan.10 konsep dasar menurut Paul Grady adalah:

Struktur masyarakat dan pemerintah yang mengakui hak milik pribadi 
  • Entitas bisnis spesifik 
  • Usaha berlanjut 
  • Penyimbolan secara moneter dalam seperangkat akuntansi 
  • Konsistensi antara periode untuk entitas yang sama 
  • Keanekaragaman perlakuan akuntansi diantara entitas independen 
  • Konservatisma 
  • Keterandalan data melalui pengendalian internal 
  • Matearilitas 
  • Ketepatwaktuan dalam pelaporan keuangan memerlukan taksiran 


Wolk, Tearney, dan Dodd
Mendaftar empat (4) konsep yang dianggap sebagai postulat dan beberapa konsep lain sebagai prinsip berorientasi masukkan yaitu recognition, matching, conservatis, disclosure,materialty dan objectivity dan prinsip berorientasi keluaran yaitu comparability, materialty, dan uniformity. Keempat konsep yang dikategorikan sebagai postulat adalah : 
  1. Usaha berlanjut 
  2. Periode waktu 
  3. Entitas akuntansi 
  4. Unit Moneter 


Antony, Hawkins dan Merchant
Mendaftar sebelas (11) konsep yang dijadikan sebagai basis dalam membahas statemen keuangan yaitu: 
  1. pengukuran dengan unit uang 
  2. entitas 
  3. usaha berlanjut 
  4. kos 
  5. aspek ganda 
  6. periode akuntansi 
  7. konservatisma 
  8. realisasi 
  9. penandingan 
  10. konsistensi 
  11. materialitas 
Konsep dasar 1 sampai 5 dikategorikan sebagai pelandasan statemen posisi keungan, sedangkan konsep dasar 6 sampai 11 dikategorikan sebagai pelandasan statemen laba – rugi.

Paton dan Littleton
Seperangkat konsep dasar yang dikemukakan Paton dan Littleton (1970) merupakan konsep-konsep dasar yang dikenalkan sebelum sumber-sumber yang disebut sebelumnya. Buku Paton dan Littleton (P&L) yang diterbitkan pertama kali pada tahun 1940 merupakan salah satu karya klasik yang mempengaruhi pemikiran akuntansi sesudah itu. 

Konsep – konsep dasar yang dikemukakan P&L : 
  1. entitas bisnis atau kesatuan usaha 
  2. kontinuitas kegiatan atau usaha 
  3. penghargaan sepakatan 
  4. kos melekat 
  5. upaya dan capaian atau hasil 
  6. bukti terverifikasi dan objektif 
  7. asumsi 

Beberapa daftar diatas menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tentang apa yang dimasukkan sebagai konsep dasar oleh berbagai sumber diatas. Perbedaan dapat terjadi karena perbedaan persepsi berbagai sumber tentang faktor lingkungan atau karena perbedaan pendefinisian makna atau status suatu konsep sebagai konsep dasar. Sebagai contoh, Grady menganggap bahawa hak milik pribadi merupakan suatu konsep dasar sedangkan penulis yang lain menganggap hak milik pribadi adalah suatu faktor lingkungan. P&L tidak memasukkan materialitas sebagai konsep dasar mungkin karena mereka mengaggaap bahwa materialitas lebih merupakan kriteria pemilihan informasi dan karenanya kurang validitas sebagai konsep dasar. Demikian juga konsep taksiran tidak dimasukkan dalam konsep dasar karena konsep taksiran lebih merupakan keterbatasan informasi keuangan daripada konsep itu sendirinya adalah konsekuensi atau turunan dari konsep entitas bisnis demikian juga konsep periode waktu dan konsep akrual, keduanya sebenarnya adalah turunan konsep dasar penandingan upaya dan hasil. Untuk menunjukkan konsep yang maknanya sama sering kali juga digunakan beberapa istilah ynag berbeda misalnya : kesatuan akuntansi, kesatuan usaha, kesatuan, entitas, kesinambungan, berlangsung terus dan kontinuitas usaha.


Suatu konsep dasar merupakan turunan atau konsekuensi logis dari konsep dasar yang lain sehingga terjadi perbedaan tentang banyaknya konsep-konsep yang masuk dalam seperangkat konsep dasar. Konsep sistem berapasangan misalnya, sebenar


Konsep – konsep yang diuraikan oleh P&L cukup lengkap karena dapat menjelaskan tentang faktor lingkungan dan praktik akuntansi yang berjalan pada jamannya. P&L juga menunjukkan kaitan antara konsep dasar yang satu dengan yang lain secara koheren, oleh karen itu, konsep dasar P&L dijadikan bahan bahasan utama karena menjelaskan konsep dasar lain yang merupakan turunannya dengan menunjukkan hubungan dengan konsep dasar P&L. Pembahasan konsep dasar terhadap standar atau praktik akuntansi, dan hal – hal penting yang berkaitan dengan konseep dasar bersangkutan.

Selengkapnya

Pengertian Sistem Informasi Manajemen ( SIM )

Pengertian Sistem Informasi Manajemen ( SIM ) 
Sistem informasi Manajemen adalah serangkaian sub sistem informasi yang menyeluruh dan terkoordinasi dan secara rasional terpadu yang mampu mentransformasi data sehingga menjadi informasi lewat serangkaian cara guna meningkatkan produktivitas yang sesuai dengan gaya dan sifat manajer atas dasar kriteria mutu yang telah ditetapkan.

Dengan kata lain SIM adalah sebagai suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan yang sama. Para pemakai biasanya membentuk suatu entitas organisasi formal, perusahaan atau sub unit dibawahnya. Informasi menjelaskan perusahaan atau salah satu sistem utamanya mengenai apa yang terjadi di masa lalu, apa yang terjadi sekarang dan apa yang mungkin terjadi di masa yang akan datang. Informasi tersebut tersedia dalam bentuk laporan periodik, laporan khusus dan ouput dari model matematika. Output informasi digunakan oleh manajer maupun non manajer dalam perusahaan saat mereka membuat keputusan untuk memecahkan masalah.

Perancangan, penerapan dan pengoperasian SIM adalah mahal dan sulit. Upaya ini dan biaya yang diperlukan harus ditimbang-timbang. Ada beberapa faktor yang membuat SIM menjadi semakin diperlukan, antara lain bahwa manajer harus berhadapan dengan lingkungan bisnis yang semakin rumit. Salah satu alasan dari kerumitan ini adalah semakin meningkatnya dengan muncunya peraturan dari pemerintah.

Lingkungan bisnis bukan hanya rumit tetapi juga dinamis. Oleh sebab itu manajer harus membuat keputusan dengan cepat terutama dengan munculnya masalah manajemen dengan munculnya pemecahan yang memadai.

Pengembangan SIM canggih berbasis komputer memerlukan sejumlah orang yang berketrampilan tinggi dan berpengalaman lama dan memerlukan partisipasi dari para manajer organisasi. Banyak organisasi yang gagal membangun SIM karena :
1. Kurang organisasi yang wajar 
2. Kurangnya perencanaan yang memadai 
3. Kurang personil yang handal 
4. Kurangnya partisipasi manajemen dalam bentuk keikutsertaan para manajer dalam merancang sistem, mengendalikan upaya pengembangan sistem dan memotivasi seluruh personil yang terlibat.


Organisasi harus menyadari apabila mereka cukup realistis dalam keinginan mereka, cermat dalam merancang dan menerapkan SIM agar sesuai keinginan serta wajar dalam menentukan batas biaya dari titik manfaat yang akan diperoleh, maka SIM yang dihasilkan akan memberikan keuntungan dan uang.


Tujuan sistem informasi manajemen adalah memenuhi kebutuhan informasi umum semua manajer dalam perusahaan atau dalam subunit organisasional perusahaan. SIM menyediakan informasi bagi pemakai dalam bentuk laporan dan output dari berbagai simulasi model matematika.


Penerapan SIM dalam Transportasi 
Keberhasilan dari pembangunan tidak terlepas dari peran aktif dari semua sektor terutama sector transportasi. Luasnya wilayah jasa pelayanan angkutan darat yang harus dapat dijangkau, yang meliputi seluruh wilayah Indonesia , maka perlu dilakukan suatu penanganan khusus dalam


meningkatkan kualitas pelayanan transportasi darat yang aman, selamat, mudah dijangkau, berdaya saing dan terintegrasi. Pengelolaan pelayanan transportasi darat dalam skala nasional merupakan pekerjaan yang kompleks. Pekerjaan ini harus memperhitungan berbagai sub moda transportasi darat baik umum maupun pribadi, berbagai event-event rutin maupun khusus yang dapat meningkatkan beban transportasi darat seperti angkutan lebaran, natal dan tahun baru, liburan, bencana alam, kondisi operasional di lapangan (kemacetan lalu lintas yang semakin parah di kota-kota besar dan metropolitan), perkembangan sarana-prasarana transportasi dan juga tindakan-tindakan pihak-pihak lain yang dapat mengganggu jalannya pelayanan jasa angkutan darat. Dalam penyelenggaraan transportasi darat, sangat perlu kecepatan informasi agar setiap permasalahan dapat diatasi secara cepat dan semaksimal mungkin. Kondisi tersebut perlu dan harus didukung dengan sistem teknologi informasi untuk transportasi darat yang handal, yang mampu saling mendukung dan terpadu dengan sistem – sistem lainnya.


Transportasi darat dengan cepat, tepat, konsisten dan mudah selalu tersedia setiap saat (Timely Available). Guna mewujudkan sistem tersebut, pada saat ini hal tersebut sangat dimungkinkan dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi informasi yang didukung pula oleh perkembangan kemampuan sumber daya manusia di Indonesia dalam penguasaan teknologi informasi.Dalam perencanaan pembangunan transportasi darat, pemanfaatan data base dengan menggunakan teknologi informasi berbasis GIS (Geografic Information Sistem) sangat diperlukan. Pada tingkat operasional guna mengatasi permasalahan lalu lintas di tingkat lokal maka penerapan Program Aplikasi Pengendalian Lalu Lintas seperti ATCS/ITCS (Area Traffic Control System/Integrated Traffic Control System), ITS ( Intelegent Transport System), sedangkan ditingkat regional dan nasional pengembangan Transportation Management Centre (TMC) merupakan salah satu solusi terbaik dari sistem teknologi informasi yang dapat dikembangkan. Selain daripada itu dalam rangka melayani kebutuhan informasi transportasi darat bagi masyarakat dan penerapan e-governance penggunaan website, call centre, sms centre merupakan media informasi yang efektif dan effisien sedangkan untuk kelancaran dan kemudahan pelayanan transportasi darat pengunaan smart card dimasa datang akan menjadi suatu kebutuhan.

Selengkapnya

Akuntansi Manajemen Sebagai Suatu Tipe Informasi Akuntansi

Akuntansi Manajemen Sebagai Suatu Tipe Informasi Akuntansi 
A. Definisi Sistem Informasi Akuntansi
Definisi Sistem

Sistem Rangkaian dari 2 atau labih komponen-komponen yang saling berhubungan untuk mencapai suatu tujuan

Definisi Sistem Informasi
  • Suatu sistem yang dibuat oleh manusia yang terdiri dari komponen- komponen dalam organisasi untuk mencapai suatu tujuan yaitu menyajikan informasi 
  • Sekumpulan prosedur organisasi yang pada saat dilaksanakan akan memberikan informasi bagi pengambil keputusan dan/atau untuk mengendalikan organisasi 
  • Suatu sistem didalam suato organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi, mendukung perasi, bersifat manajerial, dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan 

Definisi Sistem Informasi Akuntansi
sebuah sistem informasi yang merubah data transaksi bisnis menjadi informasi keuangan yang berguna bagi pemakainya

A.1TUJUAN SIA
  • mendukung operasi-operasi sehari-hari
  • mendukung pengambilan keputusan manajemen
  • memenuhi kewajiban yang berhubungan dengan pertanggungjawaban

A.2 KOMPONEN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
  • Orang-orang yang mengoperasikan sistem tersebut
  • Prosedur-prosedur, baik manual maupun terototomatisasi yang dilibatkan dalam mengumpulkan, memproses dan menyimpan data tentang aktivitas-aktivitas organisasi
  • Data tentang proses-proses bisnis
  • Software yang dipakai untuk memproses data organisasi
  • Infrastruktur teknologi informasi

A.3 FUNGSI SIA DALAM ORGANISASI
  • Mengumpulkan dan menyimpan aktivitas yang dilaksanakan disuatu organisasi, sumber daya yang dipengaruhi oleh aktivitas-aktivitas tersebut dan para pelaku dalam aktivitas tersebut
  • Mangubah data dalam menjadi informasi yang berguna bagi pihak manajemen
  • Menyediakan pengendalian yang memadai
-. Fungsi penting yang dibentuk Sistem Informasi Akuntansi pada sebuah organisasi antara lain : 
Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi. 
Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan. 
Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi. 

-. Subsistem Sistem Informasi Akuntansi memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara langsung memengaruhi pemrosesan transaksi keuangan.

-. Sistem Informasi Akuntansi terdiri dari 3 subsistem:

  • Sistem pemrosesan transaksi, mendukung proses operasi bisnis harian.
  • Sistem buku besar/pelaporan keuangan, menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak.
  • Sistem pelaporan manajemen, yang menyediakan pihak manajemen internal berbagai laporan keuangan bertujuan khusus serta informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan, seperti anggaran, laporan kinerja, serta laporan pertanggungjawaban.

-. Berbagai transaksi non keuangan yang tidak bisa diproses oleh Sistem Informasi Akuntansi biasa, diproses oleh Sistem Informasi Manajemen. Adapun perbedaan keduanya adalah :
  • SIA mengumpulkan mengklasifikasikan, memproses, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi keuangan 
  • SIM mengumpulkan mengklasifikasikan, memproses, menganalisa dan mengkomunikasikan semua tipe informasi

-. Sebuah Sistem Informasi Akuntansi menambah nilai dengan cara:
  • Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.
  • Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan
  • Meningkatkan efisiensi
  • Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan
  • Meningkatkan sharing knowledge
  • Menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan
A.4 Unsur-unsur Sistem Informasi Akuntansi
Unsur-unsur Sistem Informasi Akuntansi menurut La Midjan (1999:30) yaitu :
1. Struktur organisasi dan uraian tugas (Jod description)
2. Sistem Informasi (general accounting) atau Sistem Informasi pokok, yang terdiri dari :

Susunan rekening atau bagian rekening (Chart of Account) berupa :
a. Rekening-rekening neraca
b. Rekening-rekening laba rugi

Siklus akuntansi, pendebetan, atau pengkreditan

Buku-buku besar dan buku-buku besar pembantu (general ledger, subsidiary ledger) berikut kartu register.

Dokumen-dokumen (business papers) berupa SKP, Voucher dan lain-lain.

3. Sistem Akuntansi pembelian, persediaan dan utang

4. Sistem Informasi penjualan dan piutang

5. Sistem Informasi keuangan (kas dan Bank)

6. Sistem informasi proses produksi dan biaya

7. Sistem Informasi upah dan gaji

8. Sistem Informasi aktiva tetap

9. Sistem Informasi [engawasan

10.Sistem pelaporan

Sedangkan menurut Chusing yang diterjemahkan oleh Kosasih (1995;24), unsur-unsur Sistem Informasi Akuntansi terdiri dari :
1. Organisasi
2. Peralatan
3. Formulir
4. Catatan
5. Laporan
6. Prosedur

A.5 Karakteristik Sistem Informasi Akuntansi
Sistem Informasi Akuntansi memberikan manfaat bagi pemakainya, baik pemakai internal maupun pemakai eksternal, apabila memenuhi karakteristik tertentu. Chusing (1990:2009) mengemukakan lebih lanjut secara ringkas mengenai karakteristik Sistem Informasi akuntansi yang harus memiliki kriteria-kriteria sebagai berikut :


1. Usefulness (berguna)
Sistem harus menghasilkan suatu informasi yang berguna, artinya informasi yang dihasilkan harus sesuai denga yang dibutuhkan dan tepat waktu sehingga berguna bagi pengambilan keputusan.

2. Economy (ekonomi)
Seluruh komponen dari sistem harus bersifat ekonomis, artinya sistem harus mampu memberikan manfaat yang lebih besar dibandingkan dengan pengeluaran yang dikeluarkan untuk pengadaan sistem tersebut.

3. Reliability (andal)
Produk dari suatu sistem harus bias diandalkan dan informasi yang dihasilkan mempunyai tingkat ketelitian yang tinggi, sehingga keputusan yang dihasilkan benar-benar keputusan yang tepat sesuai dengan apa yang dihasikan sistem

4. Customers Service (pelayanan konsumen)
Sistem harus mampu memberikan pelayanan yang baik dan efisien kepada pelanggan sehingga mampu memberikan kepuasan akan meningkatkan nilai perusahaan dan mampu memberikan kontribusi positif terhadap kenaikan laba.

5. Capacity (kapasitas)
Kapasitas suatu sistem harus memadai untuk menghadapi operasi pada kapasitas penuh (full capacity) seperti halnya pada saat operasi berjalan normal.

6. Simplicity (sederhana)
Sistem harus sederhana sehingga semua struktur dan operasinya dapat dimengerti, serta semua prosedurnya dapat diikuti dengan mudah dan tidak akan membingungkan pemiliknya.

7. Flexibility (luwes)
Sistem harus bersifat fleksibel atau luwes dalam menampung dan menghadapi semua perubahan yang terjadi didalam maupun diluar organisasi sehingga menghasilkan informasi perencanaan dan pengendalia

A.6 Jenis Informasi Akuntansi Manajemen 
Informasi yang digunakan manajemen sebagai dasar pengambilan keputusan adalah informasi akuntansi manajemen dan merupakan informasi yang utama yang dimiliki perusahaan. Informasi akuntansi manajemen terutama digunakan oleh pimpinan perusahaan di dalam menunjang pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen khususnya fungi perencanaan dan pengawasan. 

Menurut Mas'ud Macfoedz (1990, hal.17) jenis-jenis informasi akuntansi manajemen adalah sebagai berikut : 
1. Akuntansi biaya penuh (full cost accounting) 
2. Akuntansi biaya diferensial (differential accounting) 
3. Akuntansi pertanggungjawaban (responsibility accounting) 

Informasi akuntansi manajemen dapat dihubungkan dengan tiga hal objek informasi, altematif yang akan dipilih dan wewenang manajer. informasi akuntansi manajemen dihubungkan dengan objek informasi, seperti produk, departemen, dan aktivitas perusahaan maka akan dihasilkan konsep informasi akuntansi penuh. Jika informasi akuntansi manajeinen dihubungkan dengatl alternatif yang akan dipilih, maka akan dihasilkan konsep infonnasi akuntansi diferensial, yang sangat diperlukan oleh manajemen dalam pengambilan keputusan pemilihan altematif. Jika informasi akuntansi manajemen dihubungkan dengan wewenang yang dimiliki oleh manajer, maka akan dihasilkan konsep informasi akuntansi pertanggungjawaban, yang terutama manfaat untuk mempengaruhi perilaku manusia dalam organisasi. 

B. Jenis – Jenis Informasi Akuntansi

B.1 Informasi Akuntansi Full Costing
1. Informasi Akuntansi penuh (full accounting information) 
Informasi akuntansi penuh adalah seluruh aktiva, seluruh pendapatan yang diperoleh, dan atau seluruh sumber yang dikorbankan suatu objek informasi. Dari definisi tersebut maka inti dari pengertian full akunting information :
  • Unsur yang membentuk informasi akuntansi penuh adalah total aktiva,total pendapatan,atau total biaya.
  • Informasi akuntansi penuh selalu bersangkutan dengan objek informasi
-. Full costing mrp metode penentuan kos produk, baik biaya produksi yang berperilaku variabel maupun tetap
-. Full cost merupakan total biaya yang bersangkutan dengan objek informasi
-. Full accounting information terdiri dari unsur full assets,full revenue, full cost

2. Manfaat Informasi Akuntansi Penuh
  • Pelaporan keuangan
  • Analisis kemampuan menghasilkan laba(profitability analysis)
  • Jawaban atas pertanyaan:”berapa biaya yang telah dikeluarkan untuk sesuatu?
  • Penentuan harga jual dalam cost-type contract
  • Penentuan harga jual normal
  • Penentuan harga jual yang diatur dengan peraturan pemerintah
  • Penyusunan program.

Penjelasan 
Pelaporan 
Pelaporan keuangan dibagi 2: 
Pelaporan kepada pihak luar 
Pelaporan kepada manajemen puncak 
Tahun laporan keuangan 
Analisis Kemampuan menghasilkan laba 
-. Dapat diterapkan dalam berbagai obyek informasi:produk,keluarga produk,aktivitas atau unit organisasi.analisis ini ditujukan untuk mendeteksi penyebab timbulnya laba atau rugi. yang dihasilkan oleh suatu objek informasi dalam periode akt ttt.
-. Perusahaan yang menghasilkan berbagai macam produk memerlukan analisis kemampuan setiap produknya dalam menghasilkan laba.èoki,manajemen dapat memperoleh gambaran sumber penyebab timbulnya laba/rugi masing2 produk/keluarga produk dalam periode tertentu
-. Untuk mengukur kemampuan menghasilkan laba suatu perusahaan biasanya digunakan 

3. Jawaban atas pertanyaan:”berapa biaya yang telah dikeluarkan untuk sesuatu
  • Manajemen secara rutin memerlukan biaya yang telah dikeluarkan perusahaan.
  • Biaya penuh yang telah dikeluarkan tsb berperan bagi manajemen dalam:
  1. Evaluasi konsumsi sumber daya yang dikorbankan untuk sesuatu.èevaluasi thd pelaksanaan rencana yang telah dibuat sebelumnya.
  2. Penyediaan informasi untuk memungkinkan manajemen melihat struktur biaya perusahaan pesaing yang digunakan untuk menghasilkan produk atau jasa.èmembandingkan efisiensi produksi sesuatu dengan efisiensi produksi oleh produsen lain
  3. Pengambilan keputusan membeli atau membuat sendiri.èpenghematan biaya
4. Penentuan harga jual dalam cost-type contract
Cost-type contract èkontrak pembuatan produkatau jasa dimana pihak pembeli setuju untuk membeli produkatau jasa pada harga yang didasar pada total biaya yang sesungguhnya dikeluarkan oleh produsen ditambah dengan laba. 

5. Penentuan Harga Jual Normal
  • Manajemen puncak memerlukan informasi biaya penuh untuk memperhitungkan konsekuensi laba dari setiap alternatif harga jual yang terbentuk dipasar.
  • Apakah biaya yang dikeluarkan dapat menutup biaya penuh untuk menghslkan produk dan dapat menghasilkan laba

6. Penentuan harga sesuai dengan peraturan pemerintah
  • Misal:listrik, air,telephon, pos diatur pp
  • Harga jual produk dan jasa tersebut ditentukan berdasarkan biaya penuh masa yang akan datang ditambah dengan laba yang diharapkan.
7. Penyusunan Program
  • proses pengambilan keputusan mengenai program2 yang dilaksanakan oleh organisasi dan penaksiran jumlah sumber daya yang akan dialokasikan dalam program tsb
  • Pemilihan program yang akan dilaksanakan di masayang akan datang sebagiandidasarkan atas informasi akuntansi penuh yangakan datang yang terdiri dari aktiva penuh, pendapatan penuh dan biaya penuh.

B.2. Informasi Akuntansi Diferensial
  • Merupakan informasi yang dihubungan dengan pemilihan alternatif
  • Merupakan taksiran perbedaaan aktiva, pendapatan dan biaya dalam alternatif tindakan tertentu dibanding dengan alternatif tindakan lain
  • Merupakan informasi akuntansi yang relevan

B.2.1 Biaya Diferensial sebagai bagian Informasi Akuntansi Diferensial
  • Biaya diferensial adalah satu informasi akuntansi diferensial yang relatif sulit pengukurannya.
  • Ada berbagai konsep biaya yang dikembangkan :
B.2.2 Nilai Waktu Uang Dalam Pengambilan Keputusan Jangka Panjang
  • Dalam pengambilan keputusan jangka panjang, nilai waktu uang memegang peranan penting
  • Nilai investasi pada tahun ke-n, dengan tingkat bunga sebesar I dihitung dengan rumus :
In = Io (1+i)n
In = Investasi pada tahun ke-n
Io = Investasi pada tahun ke-0
i = Tingkat bunga
n = Jangka waktu

Rumus Perhitungan Nilai Tunai :
1
NT = AK x ------------
(1+i)n
NT = Nilai Tunai
AK = Aliran Kas
i = Tingkat Bunga
n = Jangka waktu

B.2.3 Jenis Pengambilan Keputusan Jangka Pendek 
Membeli atau membuat Sendiri 
Menjual atau memproses lebih lanjut suatu produk 
Menghentikan atau melanjutkan produksi produk tertentu 
Menerima atau menolak pesanan khusus 

1. Keputusan Membeli / Membuat Sendiri
Dibagi menjadi dua :
1. Sebelumnya memproduksi sendiri produknya, kemudian mempertimbangkan akan membeli produk tersebut dari pemasok luar.
2. Sebelumnya membeli produk tertentu dari pemasok luar, kemudian mempertimbangkan akan memproduksi sendiri produk 

Memproduksi sendiri à Membeli dari luar
  • Fasilitas yang dimiliki dihentikan pemakaiannya

Biaya diferensial : Biaya terhindarkan A

Biaya diferensial : harga beli dari pemasok luar B

Keputusan :
Jika A > B à Alternatif membeli dapat dipilih
Jika A < B à Alternatif membeli tidak dapat dipilih

2. Fasilitas yang dimiliki dapat dimanfaatkan untuk kegiatan bisnis lainnya

Biaya diferensial : biaya terhindarkan A

Pendapatan diferensial B
Biaya difernsial : harga beli C

Keputusan :
Jika (A+B) > C à Alternatif membeli dapat dipilih
Jika (A+B) < C à Alternatif membeli tidak dapat dipilih
Membeli dari Luar à Membuat Sendiri
  • Tidak Dibutuhkan tambahan fasilitas produksi

Biaya diferensial : Harga beli yang dapat dihindari A

Biaya diferensial : Biaya untuk membuat B

Keputusan :

Jika A > B à alternatif membuat dapat dipilih

Jika A < B à alternatif membuat tidak dapat dipilih

  • Dibutuhkan tambahan fasilitas produksi


Biaya diferensial : Harga beli yang dapat dihindarkan A


Biaya diferensial : Biaya untuk membuat B


Aktiva diferensial : Investasi dalam fasilitas C


Keputusan :


Jika selama umur ekonomis fasilitas produksi jumlah nilai tunai (A-B) > C à alternatif membuat sendiri dapat dipilih


Menjual / Memproduksi Lebih Lanjut Suatu Produk


Ada dua keputusan :


1. Tidak dibutuhkan tambahan fasilitas produksi


Pendapatan diferensial Rp. X


Biaya diferensial Rp. X


------------ -


A


Keputusan :


jika A negatif à pilih alternatif menjual langsung 


Jika A positif à pilih alternatif memproses 


n Diperlukan Tambahan Fasilitas Produksi


Pendapatan diferensial Rp. X


Biaya diferensial Rp. X


------------ -


A


Aktiva diferensial B


Keputusan :


Jika jumlah nilai tunai A selama umur ekonomis fasilitas produksi lebih besar dari B à alternatif memproses lebih lanjut sebaiknya dipilih dan sebaliknya.


Menghentikan / Melanjutkan Suatu Lini Produk


Ada dua alternatif yang dihadapi :


1. Fasilitas Produksi yang lama dihentikan pemakaiannya


Biaya Diferensial : Biaya terhindarkan Rp. X


Pendapatan Diferensial : Forgone revenue Rp. X


------------- -


A


Keputusan :


Jika A positif à Penghentian produksi produk dipilih


Jika A negatif à Penghentian produksi produk tidak dipilih


n Fasilitas produksi yang lama dapat dimanfaatkan dalam kegiatan bisnis lainnya


Biaya diferensial :


* Biaya terhindarkan Rp. x


* Biaya kesempatan Rp. x


---------- +


Jumlah biaya diferensial Rp. x


Pendapatan diferensial : Rp. x


---------- -




Keputusan :


Jika A positif à Penghentian produksi produk dipilih


Jika A negatif à Penghentian produksi produk tidak dipilih


Menerima / Menolak Pesanan Khusus


n Pesanan Khusus


à Pesanan diluar pesanan regular untuk menutupi kapasitas menganggur


q Syarat Terima Pesanan Khusu


1. Ada kapasitas Menganggur


2. Pasar dibedakan antara pesanan khusus dan pesanan regular


n Pada Pesanan Khusus :


à Hanya menambahkan biaya yang bersifat VARIABEL


à Biaya yang bersifat TETAP tidak dibebankan, karena dianggap telah dibebankan pada pesanan regular


2.1. Akuntansi Pertanggungjawaban 


2.1.1. Pengertian Akuntansi Pertanggungjawaban 


Akuntansi pertanggungjawaban merupakan salah satu konsep dari akuntansi manajemen dan sistem akuntansi yang dikaitkan dan disesuaikan dengan pusat-pusat pertanggungjawaban yang ada dalam organisasi. Istliah akuntansi pertanggungjawaban ini akan mengarah pada proses akuntansi yang melaporkan sampai bagaimana baiknya manajer pusat pertanggungjawaban dapat memanage pekerjaan yang langsung dibawah pengawasannya dan yang merupakan tanggungjawabnya atau suatu sistem yang mengukur rencana dan tindakan dari setiap pusat pertanggungjawaban. 

2.2. Pusat Pertanggungjawaban 
Pengertian Pusat Pertanggungjawaban 
Pusat pertanggungjawaban ialah setiap unit kerja dalam organisasi yang dipimpin oleh seorang manajer yang bertanggungjawab atas aktivitas yang dilakukan atau unit organisasi yang dipirnpinnya. Dalam kaitan ini, suatu organisasi terdiri dari kumpulan dari beberapa pusat pertanggungjawaban. 


Jenis-jenis Pusat Pertanggung jawaban 


Pusat pertanggungjawaban pada dasarnya diciptakan untuk mencapai sasaran tertentu, jadi sasaran dari masing-masing individu dalam liar-liar pusat pertanggungjawaban itu harus diusahakan agar selaras, serasi dan seimbang dalam usaha rnencapai sasaran umum dari organisasi secara keseluruhan. Suatu pusat pertanggungjawaban pada dasarnya dibentuk untuk rnencapai sasaran tertentu yang selaras dengan sasaran umum organisasi. 


Ada empat tire pusat pertanggungjawaban yang didasarkan kepada sifat masukan dalam bentuk biaya dan keluaran dalam bentuk pendapatan ataupun secara bersama-sama yaitu : 


a. Pusat Pendapatan (Revenue Center) 


b. Pusat Pembiayaan (Cost Center) 


c. Pusat Laba (Profit Center) 


d. Pusat Investasi (Investment.Center) 


3.1. lnformasi Akuntansi Pertanggungjawaban 


Manajemen dari berbagai jenjang organisasi suatu perusahaan memerlukan informasi keuangan untuk mengambil keputusan mengenai perusahaan itu sendiri atau bagiannya. lnformasi keuangan ini merupakan masukan yang penting bagi para manajer dalam mengelola perusahaan atau bagiannya. Berbeda dengan pihak luar yang memerlukan informasi keuangan guna mengambil keputusan untuk menentukan hubungan mereka dengan suatu perusahaan, para manajer memerlukan informasi keuangan sebagai dasar untuk mengambil keputusan mengenai perusahaan atau bagian yang dipimpin oleh manajer yang bersangkutan. Informasi keuangan yang dibutuhkan oleh para manajer tersebut diolah dan disajikan oleh tipe akuntansi. 


Oleh karena karakteristik keputusan yang dibuat oleh pihak luar berbeda dengan karakteristik keputusan yang dibuat oleh para manajer, maka ha! ini mempunyai dampak terhadap karakteristik sistem pengolahan informasi akuntansi yang menghasilkan informasi keuangan tersebut. 


Informasi akuntansi pertanggungiawaban merupakan informasi biaya, pendapatan, dan aktiva yang dihubungkan dengan manajer yang bertanggungjawab terhadap pusat pertanggungjawaban tertentu. Dalam penyusunan anggaran, tiap manager dalam organisasi merencanakan biaya dan pendapatan yang menjadi tanggungjawabnya di bawah koordinasi manajemen puncak. Pelaksanaan anggaran tersebut memerlukan informasi akuntansi guna memantau sampai seberapa jauh tiap manajer tersebut melaksanakan rencananya. Informasi akuntansi pertanggungjawaban dengan demikian merupakan dasar untuk menganalisis prestasi manager dan sekaligus untuk memotivasi para manager dalam melaksanakan rencana mereka yang dituangkan dalam anggaran mereka masing-masing. 


3.2. lnformasi Akuntansi Pertanggungjawaban Sebagai Alat dalam Pengendalian Manajemen 


Informasi akuntansi pertanggungjawaban berguna dalam pengendalian manajemen, karena menekankan pada hubungan antara informasi dengan manajer yang bertanggungjawab terhadap perencanaan dan pelaksanaan. 


Pengendaban dapat dilakukan dengan cuma memberikan tanggungjawab kepada masing-masing manajer untuk merencanakan pendapatan dan atau biaya, dan berusaha mengajukan informasi realisasi pendapatan dan biaya tersebut di bawah pengendaliannya. 


Dengan demikian anggaran harus disusun untuk setiap pusat pertanggungjawaban, yang dibebani tanggungjawab atas pendapatan dan biaya. Disamping itu melalui realisasi dari setiap pusat pertanggungjawaban dibandingkan dengan anggarannya sehingga dapat ditentukan selisih (Variance) dan anggaran. Selanjutnya selisih ini dapat digunakan sebagai dasar untuk menilai prestasi manager dari setiap pusat pertanggungjawaban. 


Dalam hal ini akuntansi pertanggungjawaban penting dalam proses perencanaan dan pengendalian kegiatan organisasi; karena dapat menekankan hubungan antara lnformasi dengan jasa yang bertanggungjawab terhadap perencanaan dan realisasinya. Pengendalian dapat dilakukan dengan cara memberikan peran bagi manager untuk merencanakan pendapatan dan atau biaya yang menjadi tanggungjawab dan kemudian menyajikan informasi realisasi pendapatan dan biaya tersebut menurut manager yang bertanggungjawab. Dengan demikian informasi yang ada melalui akuntansi pertanggungjawaban dapat mencerminkan nilai yang dibuat oleh setiap manager dalam menggunakan berbagai sumber ekonomi untuk melaksanakan peran manager tersebut dalam mencapai tujuan perusahaan. 


3.2.1. Anggaran 


Anggaran adalah suatu rencana yang dinyatakan secara kuantitatif biasanya dalam satuan uang yang berjangka waktu tertentu, biasanya satu tahun. Penyusunan anggaran pada dasarnya merupakan proses penetapan peran tiap manajer dalam melaksanakan program. Dalam proses penyusunan anggaran ditetapkan siapa yang bertanggungjawab untuk melaksanakan sebagian kegiatan untuk pencapaian tujuan perusahaan dan ditetapkan dana sumber ekonomi yang disediakan bagi pemegang tanggungjawab tersebut untuk


memungkinkan melaksanakan tanggungjawabnya. Sumber ekonomi yang disediakan yang memungkinkan manager bertangggungjawab dalam upaya pencapaian tujuan perusahaan tersebut diukur dengan satuan moneter standard yang berupa informasi akuntansi. Penyusunan 


Anggaran dilakukan hanya jika tersedia informasi akuntansi pertanggungjawaban yang mengukur berbagai sumber ekonomi yang disediakan bagi tiap manajer yang bertanggungjawab dalam usaha pencapaian tujuan yang ditetapkan dalam tahun anggaran. 


3.3. Informasi Akuntansi Pertanggungjawaban Sebagai Alat Ukur Kinerja Manager 


Informasi akuntansi adalah salah satu informasi terpenting bagi perusahaan. Namun informasi akuntansi bukanlah merupakan satu-satunya informasi formal yang digunakan oleh perusahaan ini. Selain informasi akuntansi, perusahaan ini juga menggunakan informasi manajemen. Tujuanya adalah untuk menyajikan kepada manager mengenai informasi yang berguna dalam mengambil keputusan. 


Informasi akuntansi sangat berguna, baik untuk pihak intern organisasi perusahaan maupun untuk pihak ekstern perusahaan. Bagi pihak intern. informasi akuntansi sangat diperlukan untuk mengetahui hasil kerja dari para manager, hasil kerja tersebut dapat berupa laporan. Sistem pelaporan pertanggungjawaban menyajikan informasi untuk pengendalian manajemen. Pada hakekatnya, sistem pelaporan pertanggungjawaban juga dikenal sebagai sistem akuntansi pertanggungjawaban yang terdiri dari seperangkat laporan di dalam suatu perusahaan. 


3.4. Pengukuran Kinerja Manager Pusat Pertanggungjawaban 


Prestasi kerja atau yang biasa juga disebut kinerja adalah kontribusi yang dapat diberikan oleh suatu bagian pencapaian tujuan perusahaan oleh karena itu pengukuran atas kontribusi yang dapat diberikan oleh suatu bagian bagi pencapaian tujuan perusahaan. 


Dalam mengevaluasi pengukuran kinerja manager pusat pertanggungjawaban ada tiga kriteria yang digunakan yaitu efisiensi, efektivitas, dan ekonomis. Efisiensi adalah perbandingan, antara output yang dihasilkan dengan besarnya input yang digunakan. Sedangkan efektivitas adalah hubungan antara output suatu pusat pertanggungjawaban yang sasarannya harus dicapai. Efektivitas selalu berhubungan dengan tujuan organisasi sedang efisiensi tidak ekonomis dimaksudkan sebagai penggunaan sumber dana seminimal mungkin. Suatu pusat pertanggungjawaban dalam melaksanakan operasinya harus memenuhi ketiga kriteria di atas. Dari uraian mengenai berbagai tipe pusat pertanggungjawaban tersebut di atas, manajer pusat pertanggungjawaban diukur prestasinya berdasarkan karakteristik masukan dan keluarannya. Biaya rnerupakan tolok ukur prestasi bagi manajer pusat biaya, sedangkan pendapatan merupakan tolok ukur prestasi bagi manajer pusat pendapatan. Dalam pusat investasi rasio laba dengan investasi utau residual income dipakai sebagai tolok ukur prestasi manajer pusat pertanggungiawaban tersebut. Perlu diingat bahwa manajer pusat pertanggungjawaban tidak hanya diukur prestasinya dengan menggunakan tolok ukur keuangan saja, namun masih ada tolok ukur non keuangan yang digunakan untuk mengukur prestasi manajer pusat pertanggungjawaban. 

Selengkapnya

 

HISTATS

Pengikut